Jumat, 01 November 2019

Izinkan Aku Yang Mengakhiri

Pagi berbisik pada penyesalan yang tersapih angin
Cinta yang menunjukkan kandasnya kepercayaan
Aku bukanlah seorang yang mahir dalam mengolah kata
Aku juga bukan seorang yang pandai membuatmu nyaman
Namun aku pun bukan seorang yang suka terluka
Aku juga bukan seorang yang pandai membuatmu bahagia
Kali ini izinkan aku untuk mengambil keputusan 
Aku malu jika harus aku yang ditinggal pergi
Aku malu jika aku yang harus terus meronta-ronta
Baiklah kita akhiri adegan ini.
Apakah ada yang lebih jahat dari adegan ini?
Kau memberikan kebahagiaanmu dengan penuh kedustaan
Kau mencintai tanpa ketulusan
Kali ini aku mohon kepadamu
Sekali lagi aku  mohon
 Izinkanlah aku yang mengakhiri hubungan ini
Untuk yang terakhir kali.

Minggu, 20 Oktober 2019

Hargai Sebuah Kejujuran

Sebuah kejujuran tidak akan terlihat baik ketika kau hanya memilih diam. Menyembunyikan apa yang seharusnya kau sampaikan. Sebuah hal yang tak seharusnya dilakukan.
Hari ini temanku melakukan kesalahan, dia berbohong demi mendapatkan perhatian dariku. Tanpa dia sadar bahwa aku sudah mengetahui kebohongannya. Itulah keganasan dari mulut, bisa menjadi tembok dari sebuah hati. Bisa lebih menyakitkan dari pedang yang baru diasah. Bisa lebih lembut dari bulu hewan yang telah dirawat.
Seiring waktu berjalan kau tak kunjung merubah sifat buruk itu. Sebuah kebiasaan yang banyak orang lakukan tapi banyak orang yang tak suka. Kebiasaan yang tak seharusnya dilakukan. Jika ini adalah ajang perlombaan berbohong aku yakin kau akan menjadi pemenangnya. Jika ini adalah pertempuran dengan kata-kata, tentunya aku akan kalah dengan telak. 
Tapi aku percaya, disetiap perbuatan selalu ada balasan. Dan aku percaya keadilan akan datang kepada mereka yang berjuang dengan benar. Sering kali pertanyaan-pertanyaan timbul menghampiriku, mengapa? Apakah? Untuk apa?. Lebih tepatnya pertanyaanku : Mengapa kau tak memikirkan perasaan oranglain? Apakah kau senang menjadi seperti ini? Lalu untuk apa kau melakukanya? 
Aku hentikan diriku untuk memikirkannya, sejenak aku hanya tersenyum dan berkata " aku hanya ingin menunjukkan, bahwa apa yang kau lakukan akan membuatmu menyesal, jika kau tak berkata jujur tak akan ada yang memberikan kepercayaan lagi padamu."
Yaa kau benar tidak semua orang tau atas kebohongan itu, tapi kau juga harus tau tidak semua orang tidak tau atas perbuatanmu. Kita mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Namun ketakutan menjadi monster terhebat dalam mengunci kebenaran.
Ingin sekali aku berkata padamu, " kau dalah orang yang baik,seharusnya kau tak melakukannya. Entah itu siapa yang salah, aku tak tau. Namun yang jelas ketakutanlah yang paling hebat dalam mengunci kebenaran."
 Semoga kita mampu untuk terus memperjuangan kebenaran, kebenaran bahwa sesungguhnya kita mampu untuk berkata jujur walaupun itu pahit. Seperti halnya memberikan kritikan kepada teman. Yaa... Itu akan membuatnya menjadi sakit hati kepadamu, namun percayalah kritikanmu akan menjadi tangga untuknya menuju jalan kesuksesan. Jangan takut untuk menyampaikan apa yang seharusnya kau sampaikan.

Izinkan Aku Yang Mengakhiri

Pagi berbisik pada penyesalan yang tersapih angin Cinta yang menunjukkan kandasnya kepercayaan Aku bukanlah seorang yang mahir dalam mengola...